Spot Repainting

MEMPERBAIKI KERUSAKAN KECIL PANEL
TEKNIK PERBAIKAN BODI OTOMOTIF

BAB I
PENGERTIAN PENGECATAN ULANG DAN PENGECATAN ULANG KECIL
(SPOT REPAINTING)
1) Pengecatan Ulang (Repainting)
Pengecatan ulang adalah mengaplikasikan cat untuk melindungi atau
memperbaiki cat yang sudah digunakan sebelumnya (cat original) dan untuk melindungi
serta memperbaiki penampilan kendaraan. Pengecatan ulang dilakukan karena cat warna (top coat)
pada kendaraan sudah mengalami kerusakan, baik karena sudah kusam/tidak mengkilap lagi
maupun rusak akibat benturan.
2) Tipe-Tipe Pengecatan Ulang
Menurut kondisi cat sebelumnya, luas, dan lokasi yang akan dicat ulang, cara mengecat
ulang (repainting) dapat dikiasifikasikan menjadi touch-up repainting, pengecatan ulang sebagian,
dan pengecatan ulang menyeluruh (overall repainting).

Gambar 1. Tipe-Tipe Pengecatan Ulang
Uraian di bawah ini merupakan penjelasan dari masing- masing tipe pengecatan ulang
tersebut di atas.
a) Touch-Up Repainting
Touch-Up Repainting dilakukan hanya untuk memperbaiki kerusakan cat/cacat-cacat pengecatan
pada top coat seperti : running, seeds, dents, scratch, dan lain sebagainya. Pengecatan
ulang dapat dilakukan dengan pengamplasan (sanding), dengan kuas, dan poles tanpa
mempergunakan spray gun.

Gambar 2. Pengecatan Ulang Touch-Up
b) Pengecatan Ulang Sebagian
Pengecatan ulang sebagian dibedakan menjadi dua macam yaitu pengecatan kecil (spot
repainting) dan pengecatan blok (block repainting).
a. Pengecatan Ulang Kecil
Pengecatan ulang kecil dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang agak kecil, misalnya di
daerah fender atau pintu. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah warna serta penampilan cat
jangan sampai berbeda dengan cat original di sebelahnya.

Gambar 3. Pengecatan Ulang Kecil
b. Pengecatan Ulang Blok (Block Repainting)
Pengecatan ulang blok dilakukan untuk memperbaiki seluruh panel bodi kendaraan yang terbagi
oleh perbadingan bidang, seperti fender dan pintu. Pengecatan ulang biasanya dilakukan tanpa
batas pinggiran (shading), kecuali untuk cat warna yang berbeda atau untuk cat warna metalik.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 4 seperti di bawah ini.

Gambar 4. Pengecatan Ulang Blok
c) Pengecatan Ulang Menyeluruh
Berbeda dengan tipe pengecatan sebelumnya, pengecatan ulang menyeluruh dilakukan pada
seluruh bodi kendaraan.
Gambar 5. Pengecatan Ulang Menyeluruh
3) Memilih Tipe Pengecatan Ulang
Warna cat, ukuran kerusakan, lokasi dan tingkat kesulitan colour matching menentukan tipe
pengecatan ulang yang dilakukan. Itu sebabnya, tipe pengecatan ulang yang tepat harus dipilih,
setelah mempertimbangkan bahwa hasil kualitas kerja yang dipilih dapat menjamin. Beberapa
faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain faktor lokasi kerusakan, area kerusakan, struktur bodi,
warna cat, dan kondisi cat lama.
a) Lokasi Kerusakan
Apabila kerusakan terbatas pada tepi panel, maka spot repainting tebih tepat dipilih. Akan tetapi,
panel memerlukan pengecatan ulang blok apabila ada dua atau lebih tepi panel yang mengalami
kerusakan. Apabila lokasi kerusakan berada di tengah panel, maka diperlukan pengecatan ulang
blok.
b) Area Kerusakan
Area kerusakan yang besar akan memerlukan pengecatan ulang blok, sedangkan area kerusakan
kecil memerlukan pengecatan ulang kecil.
c) Struktur Bodi
Apabila batas panel ditentukan dengan jelas oleh garis karakter atau protection moulding, dan
apabila kerusakan terbatas hanya pada satu sisi batas, maka panel hanya akan memerlukan
pengecatan ulang kecil.
d) Warna Cat
Berbagai tipe cat tersedia dalam wama-warna solid, metalik, gelap, dan terang. Setiap warna
tersebut memiliki tingkat kesulitan penanganan yang berbeda. Dengan tingkat kesulitan yang
tinggi, maka area pengecatan ulang akan bertambah.
e) Kondisi Cat Lama
Apabila cat lama sudah kehilangan kilapnya oleh karena usang, atau apabila sebelumnya sudah
dicat kembali sehingga menghasilkan perbedaan tekstur, kilap atau warna, maka panel akan
memerlukan pengecatan ulang blok.

BAB II
PERSIAPAN PERMUKAAN UNTUK PERBAIKAN PENGECATAN ULANG KECIL

Persiapan permukaan merupakan pekerjaan-pekerjaan yang meliputi : mengidentifikasi cat
lama (cat original), menilai keluasan kerusakan, memperbaiki penyok pada permukaan metal,
mengupas cat, featheredging, membersihkan dan menghilangkan grease, mengaplikasi primer, dan
proses pendempulan. Proses-proses tersebut dapat digambarkan seperti pada gambar
Gambar 6. Diagram Proses Persiapan Permukaan
Uraian berikut ini merupakan penjelasan dari masing masing proses persiapan permukaan
tersebut.
1) Mengidentifikasi Cat Lama
Mengidentifikasi/menentukan tipe cat lama pada panel merupakan hal yang sangat penting
dalam proses pengecatan ulang kecil (spot repainting). Apabila lapisan cat lama tidak diidentifikasi
secara benar, maka akan menyebabkan masalah yang serius pada saat dilakukan penyemprotan cat
warna (top coat). Sebagai contoh, apabila panel yang akan dicat ulang tersebut memiliki riwayat
perbaikan yakni pernah menggunakan cat lacquer sebelumnya, maka thinner yang terkandung di
dalam epoxy atau cat wama akan meresap ke dalam cat lacquer terdahulu.
Hal ini akan menyebabkan permukaan yang dicat ulang akan timbul keriput (mengkerut).
Untuk mencegah masalah ini, maka tipe cat lama harus diidentiflkasi secara benar.
Cara mengidentifikasi cat lama tersebut yaitu dengan menggosokkan sebuah kain lap yang dibasahi
thinner lacquer pada permukaan cat. Apabila cat lama tersebut luntur maka merupakan cat
lacquer.

Gambar 7. Mengidentifikasi Cat lama
2) Menilai Keluasan Kerusakan
Menilai keluasan kerusakan dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu secara visual, dengan
sentuhan, dan dengan penggaris (straightedge).
a) Menilai Secara Visual

Gambar 8. Menilai Kerusakan Secara Visual
Ujilah pantulan dari lampu pada panel yang dinilai keluasan kerusakannya, dan ukurlah area
yang dipengaruhi. Adalah penting untuk memeriksa area yang rusak secara menyeluruh dalam
tahap ini. Hal itu disebabkan, akan sulit membuat penilaian yang akurat dari suatu kerusakan
apabila pekerjaan metal telah dimulai.
b) Menilai dengan sentuhan

Gambar 9. Menilai Kerusakan dengan sentuhan
Pakailah sarung tangan, dan rabalah area yang rusak dari semua arah, tanpa menekannnya.
Hal ini dilakukan dengan memusatkan perasaan Saudara pada telapak tangan. Agar Saudara
dapat menemukan area yang tidak rata pada area yang rusak, gerakan tanga Saudara harus
mencakup area yang tidak rusak, selain area yang rusak sendiri. Demikian pula, ada area
yang lebih mudah dirasakan dengan menggerakkan tangan Saudara dalam satu arah saja.
c) Menilai dengan Penggaris

Gambar 10. Menilai Kerusakan Dengan Penggaris
Tempatkan penggaris pada area yang tidak rusak di sisi yang berlawanan dari bodi, dan cek
celah antara penggaris dengan permukaan panel. Kemudain tempatkan penggaris pada panel
yang rusak dan nilailah perbedaan celah antara panel yang rusak dan panel yang tidak
rusak.
3) Memperbaiki Penyok pada Permukaan Metal
Apabila ditemukan ada bagian permukaan metal yang Iebih tinggi (menonjol) atau lebih
rendah (penyok) dari permukaan metal aslinya pada saat menilal penilaian keluasan kerusakan,
maka bagian tersebut dapat diperbaiki dengan palu.

4) Mengupas Cat
Apabila bodi kendaraan menerima suatu benturan, kemungkinan besar daya rekat
antara lapisan cat dan metal telah terpengaruh. Untuk itu perlu rnengupas cat untuk mencegah
terkelupasnya cat di kemudian hari. Pengupasan cat dapat dilakukan menggunakan amplas grit # 60
sampai grit # 80, secara manual atau dengan bantuan sander.

Gambar 12. Mengupas Cat
5) Featheredging
Lapisan cat yang dikupas biasanya mempunyai tepi yang tebal. Untuk membuat tepi yang
lebar dan halus, maka dapat dilakukan pengamplasan untuk mendapatkan tepi yang landai. Proses
pengamplasan ini sering disebut featheredging.
Tekan keseluruhan pada panel, atau angkat salah satu sisi dan berikan tekanan hanya
pada area di ujung panel dan gerakkan sander di sepanjang garis batas seperti ditunjukkan pada
gambar 13.

Gambar 13. Contoh Featheredging yang Baik
Apabila sander dijauhkan dari daerah penyok dan digerakkan ke arah area yang dicat, maka
hal ini hanya akan memotong cat. Dengan demikian, bukan membuat featheredge Iebih luas,
melainkan hanya mengakibatkan melebarnya area bare metal (periksa gambar 14).

Gambar 14. Featheredging yang Tidak Baik
Apabila ada garis karakter di dekatnya, maka perlu ditempel masking tape di atasnya untuk
mencegah terhadap kerusakan, juga untuk mencegah area perbaikan meluas ke daerah yang tidak
perlu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 15 berikut.

Gambar 15. Mencegah Area Perbaikan Meluas
6) Membersihkan dan Menghilangkan Grease
a) Membersihkan Grease
Membersihkan grease dapat dilakukan dengan menggunakan kompresor udara (air duster
gun), dengan cara meniupkan udara bertekanan pada permukaan sehingga debu dan partikelpartikel
pengamplasan dapat dihilangkan.

Gambar 16. Membersihkan Grease
b) Menghilangkan Grease
Menghilangkan grease dapat dilakukan dengan menyapukan kain lap bersih yang telah dibasahi
dengan bahan pelarut grease, untuk membuat lembab permukaan. Apabila terdapat sisa
minyak yang menempel, permukaan dapat dilap dengan kain lap yang bersih dan kering.
Minyak yang menempel pada permukaan dapat menyebabkan cat menjadi berbintik-bintik
(blister), bahkan dapat terkupas. Apabila hal ini sampai terjadi maka kualitas hasil pengecatan
tidak akan optimal. Untuk lebih jelasnya, proses menghilangkan grease dapat dilihat gambar 17
berikut.

Gambar 17. Menghilangkan Grease
7) Mengaplikasi Primer (Epoxy)
Tujuan menyemprotkan primer pada area yang terdapat metal terbuka yaitu untuk mencegah
terjadinya karat dan untuk memperbaiki daya rekat (adhesi). Biasanya digunakan primer tipe duakomponen.
Beberapa tipe primer ada yang tidak dapat melekat sempurna pada dempul, oleh karena
itu perlu diperhatikan instruksi dari pabrik pembuatnya.

Gambar 18. Menyemprotkan Primer
8) Proses Pendempulan
Proses pendempulan dapat digunakan dempul plastik (polyester putty) dan dapat diilustrasikan
seperti pada diagram berikut.


BAB III
PROSEDUR PENGECATAN ULANG KECIL

1. Bahan-Bahan Untuk Pengecatan Ulang Kecil
Bahan untuk pengecatan ulang kedi (spot repainting) pada dasarnya tidak berbeda dengan
bahan untuk pengecatan awal. Berikut disajikan bahan-bahan yang perlu dipersiapkan untuk
pengecatan ulang pada badi kendaraan.
Tipe material persiapan permukaan seperti diperlihatkan pada bagan di bawah ini. Pada
umumnya material ini dikombinasikan dengan tipe dan kondisi metal dasar.

Gambar 20. Bagan Material Persiapan
A. Primer
a) Wash Primer
Pengecatan primer yang digunakan langsung pada metal dan membentuk lapisan
konversi kimia permukaan metal yang mempunyai kemampuan untuk mencegah karat,
menambah adhesi dan cepat kering.
b) Lacquer Primer
Merupakan pengecatan primer yang digunakan langsung pada metal yang mempunyai
kemampuan cepat mengering dan mudah penggunaannya namun kemampuan untuk
mencegah karat/adhesi tidak sekuat pmier tipe dua komponen.
c) Uretane Primer
Merupakan primer tipe dua komponen yang menggunakan polysocyanate sebagai
hardener. Uretane primer memberikan ketahanan karat dan karakteristik adhesi yang
sangat baik.
d) Epoxy Primer
Merupakan primer tipe dua komponen yang menggunakan amine sebagai hardener. Epoxy
primer memberikan ketahanan karat dan karakteristik adhesi yang sangat baik.

Gambar 21. Macam-Macam Primer
B. Dempul/Putty
Ada beberapa tipe dempul yang berbeda-beda tergantung pada kedalaman penyok yang
harus diisi dan material yang akan akan digunakan, antara lain :
a) Dempul Plastik
Merupakan dempul dua komponen yang menggunakan organik peroxide sebagai hardener.
Terdapat berbagal tipe dempul, tergantung pada penggunaan. Pada umumnya, dempul ini
mengandung extender pigmen dan dapat digunakan untuk membentuk lapisan (coat) yang
tebal dan mudah mengamplasnya, tetapi menghasilkan tekstur yang kasar.
b) Dempul Epoxy
Merupakan tipe dempul dengan dua komponen yang menggunakan amine sebagal hardener.
Oteh karena sangat baik ketahanan karat dan adhesi terhadap berbagai material dasar, maka
dempul ini sering digunakan untuk memperbaiki resin parts. Dalam hal kemampuan
pengeringan, pembentukan, dan pengamplasan, dempul ini lebih buruk daripada dempul plastik.
c) Dempul Lacquer
Dempul ini adalah satu komponen yang terutama terbuat dari nitrocelulose dan alkyd atau acrylic
resin. Terutama digunakan untuk mengisi goresan, lubang kecil (pinhole), atau penyok kecil
yang masih tertinggal setelah penggunaan surfacer.

Gambar 22. Macam-Macam Dempul
C. Surfacer

Gambar 23. Macam-macam Surfacer
2. Prosedur Pengecatan Ulang Kecil (Spot Repainting)
Prosedur pengecatan ulang kecil dari cat warna solid (sebagal contoh) dilakukan dalam tahaptahap
sebagai berikut :

Gambar 24. Prosedur Pengecatan Ulang Kecil
Penjelasan masing-masing tahap tersebut adalah :
1) Mist-Coat Spraying Mist-Coat Spraying merupakan semprotan pertama dan ini harus diaplikasi
dalam lapisan yang tipis. Langkah selengkapnya adalah :
a) Semprotkan cat warna untuk membentuk lapisan tipis pada permukaan plat. Tekanan
udara kompresor 1,5 kg/cm2 (21,147 psi) dan jarak spray gun 100— 150 mm.
b) Periksa permukaan terhadap beads (butiran). Apabila terjadi butiran, tekanan udara
ditambah dan area permukaan selanjutnya disemprot dengan dry coat untuk meniup
butiran.
Petunjuk : Gosoklah area permukaan yang akan dicat dengan amplas #1500 atau
amplas yang tahan air, dan compound yang halus untuk menggosok area yang lebih
gelap.
2) Color-Coat Spraying
Aplikasikan cat warna sampai area permukaan tertutup semua, sambil memberikan flash time
setiap kali dilakukan penyemprotan.
Petunjuk:
a) Bersihkan debu-debu penyemprotan dari area yang berdekatan.
b) Tambahlah luas area penyemprotan cat setiap kali dilakukan penyemprotan .
Agar didapatkan warna dan penampilan cat tidak berbeda dengan cat lama/original di
sebelahnya maka diperlukan shading.

Gambar 25. Penyemprotan Cat Warna

Gambar 26. Shading
3) Penyelesaian/ Finishing
Aplikasikan cat dengan hati-hati untuk membuat tekstur dan kilap yang sama. Aplikasikan
dengan sedikit tebih lebar dari bagian color-coat spraying.

Gambar 27. Proses Finishing
4) Pengeringan (Drying)
Berikan setting time selama 10 sampai dengan 15 menit, kemudian permukaan dikeringkan
selama kira-kira 50 menit pada temperatur 60°C. Berikut ini diberikan penjelasan istilah:
a) Flash Time adalah waktu selama solvent dibiarkan menguap, yaitu waktu dimana cat
dibiarkan sebelum lapisan berikutnya disemprotkan. Untuk cat acrylic urethane, flash
time-nya 3 sampai dengan 5 menit pada suhu 20°C. Sebagian besar solvent akan tetap
tertinggal di dalam cat, apabila tidak diberi flash time yang cukup akan menyebabkan
terjadinya run (meleleh).
b) Setting Time
Segera setelah cat disemprotkan, solvent/thinner akan segera menguap. Selama waktu itu
apabila temperatur ruangan cukup tinggi, maka solvent akan terlampau cepat menguap
dan akan menimbulkan cacat pengecatan, misalnya seperti pinhole (lubang kecil). Oleh
sebab itu, cat yang baru saja disemprotkan harus dibiarkan selama 10 — 20 menit untuk
memberi kesempatan solvent menguap secara alami sebelum dilakukan proses
pengeringan paksa (misalnya dengan oven). Waktu selama 10 — 20 menit, yaitu selama cat
dibiarkan disebut setting time.

2 komentar: